Aku pernah menaruh hatiku…
pernah jatuhkan hatiku…
bahkan pernah ditembak bertubi tubi…
aku adalah pria yg fakir…
bahkan untuk memiliki dirikupun aku tak bisa…
banyak keberhakan mereka padaku…
dan sekarang giliran hatiku…
aku tak bisa hidup tanpanya…
walau lebih pahit lagi hidup tanpamu…
ambillah bila kau sudi….
tak perlu kau jaga…
tak perlu kau rawat…
cukup sirami dengan keiklasan…
jangan pernah menangis untukku…
walau itu pupuk tersubur ntuk sirami hatiku…
yg paling indah buatku adalah senyummu…
tersenyumlah jangan karna mahligai yg kubawa untukmu…
biar aku tak mengejarnya bila ingin melihatmu tersenyum…
karna dikaulah mahligai yg sesungguhnya
pernah jatuhkan hatiku…
bahkan pernah ditembak bertubi tubi…
aku adalah pria yg fakir…
bahkan untuk memiliki dirikupun aku tak bisa…
banyak keberhakan mereka padaku…
dan sekarang giliran hatiku…
aku tak bisa hidup tanpanya…
walau lebih pahit lagi hidup tanpamu…
ambillah bila kau sudi….
tak perlu kau jaga…
tak perlu kau rawat…
cukup sirami dengan keiklasan…
jangan pernah menangis untukku…
walau itu pupuk tersubur ntuk sirami hatiku…
yg paling indah buatku adalah senyummu…
tersenyumlah jangan karna mahligai yg kubawa untukmu…
biar aku tak mengejarnya bila ingin melihatmu tersenyum…
karna dikaulah mahligai yg sesungguhnya
( Lala Sangkak Laranta )

Tidak ada komentar:
Posting Komentar